|
Kami sering ditanya oleh
siswa ataupun klien kami, apakah hipnotis bisa digunakan
untuk kejahatan? Maka, jawaban singkat kami adalah
"TIDAK". Kalau Anda ingin tahu mengapa di Indonesia
hipnotis masih identik dengan kejahatan, uraian berikut
pantas Anda baca.
Para pakar hypnosis
sepakat bahwa seseorang hanya bisa dihipnotis jika dia
bersedia mengikuti instruksi orang yang menghipnotisnya.
Seorang ahli hypnosis juga tidak bisa memaksakan kehendaknya kepada orang lain.
Dalam kondisi
hypnosis seseorang tidak bisa diperintah untuk
melakukan sesuatu yang merugikan dirinya sendiri. Misalnya
ketika seseorang dalam kondisi hypnosis diperintah
menyerahkan harta benda atau membunuh ibu yang dicintainya,
dia akan menolak sugesti itu, bahkan biasanya langsung
bangun seketika dari hypnosis.
Kalau benar hypnosis
tidak bisa digunakan untuk kejahatan, lalu apa yang terjadi
pada korban hipnotis yang sering diberitakan di media masa?
Artikel ini akan mengupas
isu kejahatan hipnotis secara tuntas menurut sudut pandang
dan analisa kami terhadap berbagai kasus kejahatan hipnotis
yang dilaporkan media masa.
Sebagai Warga Negara
Indonesia yang berkecimpung dalam dunia hypnosis, kami
merasa prihatin dengan masih banyaknya kesalahpahaman
tentang hypnosis, baik di kalangan intelektual terpelajar
maupun masyarakat awan yang hanya ikut-ikutan. Untuk itu,
rasanya sangat perlu diterangkan kepada masyarakat, apa itu
hypnosis yang sebenarnya dan perbedaan hypnosis
dengan kriminalitas yang diklaim sebagai hipnotis.
Jika anda melakukan
pencarian di google dengan kata kunci "korban hipnotis"
atau "kejahatan hipnotis", anda akan menemukan ribuan
hasil pencarian seperti di bawah ini.

Diambil pada 8
Desember 2008
Kami berpendapat bahwa
apa yang sering dilaporkan orang sebagai kejahatan hipnotis
seperti pada artikel berita di internet maupun media cetak,
sebenarnya hanyalah kejahatan biasa yang umumnya berupa:
-
Penipuan dengan cara
persuasi (kepintaran berbicara atau membujuk) sehingga
menimbulkan rasa kasihan atau rasa tamak
dan memanfaatkan kebodohan korban.
-
Pembiusan dengan
menggunakan obat tertentu yang dicampur dengan makanan,
minuman, atau asap rokok.
-
Sebagian orang
mengatakan adanya ilmu gendam, yaitu ilmu untuk
memaksakan kehendak dengan kekuatan mistik tertentu.
Apakah benar-benar ada? Kami tidak tahu, karena sampai
sekarang kami belum pernah melihat bukti nyata mengenai
hal ini.
Kami menegaskan, bahwa
aksi kejahatan tersebut secara formal tidak bisa disebut
hypnosis karena proses-nya tidak serupa dengan
proses hypnosis yang
sebenarnya.
Agar anda lebih memahami
apa maksud kami, berikut ini kami ulas beberapa berita "Kejahatan
Hipnotis" yang kami dapatkan dari beberapa website berita.
|
Contoh kasus Penipuan yang diakui sebagai Hipnotis |
|
# Kasus Penipuan 1
Pegawai Kantor
Gubernur Jadi Korban Hipnotis
Sumber:
www.riau.go.id
Dikirim Oleh:
Adrizas Asdrizas pada 21 Agustus 2008 1:41:14 PM
PEKANBARU
(Riau Online): Ny Musliati, salah seorang
karyawan Kantor Gubernur Riau Rabu (20/8)
kemarin menjadi korban hipnotis 4 orang pria
yang mengaku dari Malaysia. Para penghipnotis
sempat menggasak uang di ATM, perhiasan, arloji
dan HP korban. Namun semuanya berhasil
diselamatkan korban.
Menurut
korban, waktu itu dirinya akan berkunjung ke
rumah orangtuanya di Jalan Pangeran Hidayat,
Pekanbaru. Baru saja turun dari mobil, empat
orang pemuda yang mengendarai mobil Innova
bernomor polisi BK mendatanginya.
Keempat pemuda yang berlogat Malaysia itu
mulanya minta tolong diantarkan ke Mesjid Agung
Annur karena mereka akan memberikan sumbangan.
Karena niat keempat pemuda ini cukup mulia, Ny
Mus bersedia saja menolong. Dan dengan
menggunakan mobil mereka, Ny Mus dan keempat
pria itu bertolaklah ke Mesjid Agung Annur.
Sesampai di Mesjid Agung Annur, mereka
seolah-olah kaget melihat kemegahan mesjid
tersebut. Melihat mesjidnya megah, mereka
mengurungkan niatnya memberikan sumbangan dan
mengajak Ny Mus berkeliling mencari mesjid yang
akan dibantu.
Di dalam perjalanan itulah, Ny Mus ditawari
sebuah jam tangan Rolex yang menurut mereka
berharga Rp 70 juta. Khusus buat Ny Mus mereka
cuma menjualnya dengan harga Rp 10 juta. Mungkin
karena pengaruh hipnotis Ny Mus bersedia saja
tawaran tersebut.
Karena tidak ada uang, Ny Mus kemudian mengambil
uang di ATM Bank Riau dan ATM Bank Mandiri.
Jumlah uang yang diambil di kedua ATM itu
sebesar Rp 8.000.000. Untuk mencukupinya menjadi
Rp 10 juta, maka perhiasan, arloji dan HP milik
Ny Mus dipreteli dan diambil keempat pria itu.
Setelah mendapatkan barang-barang itu, keempat
priapun menurunkan Ny Mus di Jalan Sudirman.
Begitu turun, Ny Mus baru tersadar bahwa dia
sedang menjadi korban penipuan. Maka dengan
secepat kilat Ny Mus langsung mengembalikan jam
tangan rolex itu dan minta keempat pria
mengembalikan uang dan barang-barangnya.
Setelah sempat bersitegang, akhirnya keempat
pria mengembalikan seluruh uang dan
barang-barang tadi. "Alhamdullilah barang-barang
dan uang saya kembali. Tapi sampai sekarang saya
masih shock dengan peristiwa itu," ujarnya
kepada RiauInfo, Kamis
# Kasus
Penipuan 2
2 Warga MM
Jadi Korban Hipnotis
Sabtu, 25-Oktober-2008, 06:27:41
Sumber:
www.bengkuluekspress.com
MUKOMUKO, BE
- Dua penjahat hipnotis beraksi di Kabupaten
Mukomuko. Keduanya berhasil memperdayai Heri Yanto
ST (30) pemilik toko bangunan dan kakak iparnya,
Rustam
(45) pemilik toko kelontongan, keduanya warga
Kelurahan Bandar Ratu Kabupaten Mukomuko.
Kepada
BE, Heri menuturkan, musibah yang dialaminya itu
sekitar pukul 12.15 WIB kemarin sebelum shalat Jumat.
Tiba-tiba di tokonya kedatangan 2 orang warga asing.
Dilihat dari perawakan dan postur tubuhnya, kedua
pelaku masih keturunan dari negara timur tengah atau
India. Kedatangan mereka ke toko Heri menggunakan
mobil Toyota Avanza warna hitam dengan maksud ingin
berbelanja.
Ketika sudah
masuk ke dalam toko, warga asing yang bisa berbahasa
Indonesia itu menawarkan kepada korban penukaran
uang Rp 100 ribu baru dengan uang milik korban Rp
100 ribu yang anti basah. Tiap lembar uang dengan
bonus 5 dollar. Ketika itu semua orang yang ada di
toko saya menuruti begitu saja permintaan laki-laki
tersebut. Bahkan tanpa menaruh curiga sedikit pun,
kami mencarikan yang diminta pelaku, ungkap Heri.
Uang Rp 100 ribu yang diminta pelaku akhirnya
terkumpul sebesar Rp 2,8 juta. Selanjutnya, uang itu
diberikan kepada kedua pelaku secara cuma-cuma. Tak
hanya di toko Heri, pelaku juga beraksi di toko
milik Rustam dengan modus yang sama. Dari Rustam
ini, pelaku berhasil membawa uang sebesar Rp 1 juta.
Setelah selang beberapa menit ketika kedua pelaku
itu pergi barulah semua korban tersadar. Menurut
Heri, salah seorang pelaku dengan ciri-ciri tinggi
besar, kulit warna hitam, hidung mancung, tinggi
badan sekitar 180 cm. Sedangkan satu orang lagi
dengan ciri-ciri bibir sumbing, di sebelah tangan
kanannya nampak tato berwarna merah jambu
bergambarkan buah apel dengan tinggi badan sekitar
160 cm. Kejadian tersebut sudah dilaporkan kedua
korban ke pihak kepolisian.(**).
# Kasus
Penipuan 3
Saat
Beraksi di Blok M, Dua Pelaku Hipnotis Ditangkap
Sumber:
www.indosiar.com
indosiar.com, Jakarta - Dua pelaku
penipuan dengan modus hipnotis Senin (07/07/08)
kemarin, ditangkap polisi. Keduanya tertangkap
setelah korbannya melapor ke polisi. Modusnya
pelaku berpura-pura menjual sebuah buku biologi
kuno seharga 50 juta rupiah lalu korban ditepuk
lalu tak sadar dan dijarah hartanya.
Nasib sial
menimpa dua pelaku hipnotis ini. Saiful dan
Anton tidak bisa berkutik ketika polisi
memergoki keduanya tengah mengambil sisa uang
dari korbannya Sri Utami warga Wanasari Bekasi,
Cibitung, Jawa Barat dikawasan Blok M Jakarta
Selatan. Aksi kejahatan ini terbongkar saat
korban sadar setelah dihipnotis pelaku. Menurut
keterangan korban modus awal komplotan ini
dengan berpura-pura menawarkan sebuah buku
biologi kuno dari Kalimantan yang dipercayai
berisi informasi obat awet muda dengan harga 50
juta rupiah.
Korban tak
sadarkan diri setelah salah satu dari pelaku ini
menepuk punggungnya. Setelah sadar, cincin kawin
korban telah raib dibawa pelaku. Merasa ada
keanehan korban akhirnya mendatangi orang pintar
dan melaporkan kejahatan yang dialaminya ke
pihak kepolisian.
Dari
keterangan tersangka cincin kawin korban
merupakan uang muka dari pembayaran buku biologi
kuno itu dan sisanya akan dilunasi korban pada
Senin siang dikawasan Blok M Jakarta Selatan.
Dari tangan kedua tersangka ini polisi menyita
sebuah kertas bertuliskan arab yang diyakini
sebagai buku biologi kuno. Polisi juga menyita
dua buah telpon genggam serta uang tunai 700
ribu rupiah yang diduga hasil kejahatan
komplotan ini. (Dedi Irawan/Sup)
|
ANALISA
KASUS:
Selain 3
contoh kasus di atas, ada masih ada ribuan
berita kejahatan hipnotis yang sebenarnya
hanyalah penipuan. Kami yakin, tertipunya
korban-korban itu bukan karena pengaruh hipnotis
dari pelaku kejahatan. Pelaku kejahatan mungkin
memang punya kemampuan bersandiwara serta pandai
berbicara dan membujuk orang lain, tapi hanya
sebatas kemampuan komunikasi persuasif belaka,
tidak ada unsur hipnotis di dalamnya.
Kadang pelaku
penipuan juga sengaja membingungkan korban
dengan berbagai cara, misalnya menepuk bahu
korban, menanyakan sesuatu yang tidak diketahui
jawabannya oleh korban, dan memberikan kejutan
yang tidak disangka-sangka misalnya hadiah
undian yang sangat besar. Seorang yang bingung
dan panik secara alamiah menjadi kurang rasional
dalam membuat keputusan. Namun perlu
digarisbawahi bahwa kebingungan dan kepanikan
tidak termasuk fenomena hypnosis.
Sebenarnya,
korban tertipu karena ketamakan dan kebodohannya sendiri. Coba anda perhatikan
berbagai kasus "kejahatan hipnotis". Para penipu
memanfaatkan ketamakan dan kebodohan korban. Penipu biasanya menawarkan
pertukaran antara uang atau benda berharga korban dengan
sesuatu yang lebih besar nilainya. Dan pelaku
penipuan pun selalu memilih korban yang terlihat
lugu dan mudah ditipu. Maka saran kami agar anda
tidak mudah tertipu, jadilah pintar, jangan
serakah (menginginkan sesuatu yang besar dalam
waktu cepat atau dengan cara yang mudah) dan
jangan gampang percaya pada orang yang baru anda
kenal.
Anda boleh
saja mengkoleksi 1001 jimat yang anda percayai
bisa menangkal hipnotis. Namun selama anda masih
mempertahankan kebodohan (tidak belajar untuk
menjadi kritis) dan masih memelihara sifat
serakah, maka anda tetap menjadi calon korban
yang mudah diperdaya dengan iming-iming uang
besar.
Kami yakin
bahwa para pelaku penipuan tersebut sebenarnya
tidak punya kekuatan mistik yang bisa
mempengaruhi pikiran orang lain secara gaib.
Kemampuan para pelaku penipuan tersebut tidak
jauh berbeda dengan para "salesman nakal" yang
dengan kepandaian bicara dan rayuannya membuat
anda membeli produk yang sebenarnya tidak anda
butuhkan.
|
Contoh kasus Pembiusan yang diberitakan sebagai
Hipnotis |
|
# Kasus
Pembiusan 1
Pria
Pengendara Motor Dihipnotis
Sumber:
www.indosiar.com
indosiar.com, Jakarta - Seorang pengendara
sepeda motor Rabu (09/07/08) malam, terkapar tak
sadarkan diri setelah ditawari teh kotak oleh pria
tak dikenal di Jalan Batusari, Jakarta Barat.
Sementara motor miliknya hilang, kemungkinan pria
ini menjadi korban pelaku hipnotis.
Korban bernama
Yeri ini baru pulang mengendarai motor dari rumah
temannya di wilayah Jakarta Barat. Tiba-tiba ia
dihentikan seorang yang menawarkan teh kotak,
Sialnya Yeri warga Kebon Jeruk, Jakarta Barat ini
langsung menegaknya dan Yeri akhirnya terkulai tak
sadarkan diri. Seorang pengamen yang kebetulan lewat
dikawasan Slipi langsung membawa korban ke Rumah
Sakit Pelni untuk mendapat perawatan.
Petugas Polsek
Palmerah yang dihubungi segera melakukan penyidikan.
Akibat kejadian ini motor milik Yeri hilang diduga
dibawa kabur pria yang memberinya minuman teh kotak
tersebut. (Tim Liputan/Sup)
# Kasus
Pembiusan 2
Uang dan
Perhiasan Raib, Pasien Rumah Sakit Dihipnotis
Sumber:
www.indosiar.com
indosiar.com, Situbondo - Aksi kejahatan
dengan cara hipnotis tidak hanya terjadi di pusat
keramaian saja. Di Situbondo, Jawa Timur seorang
pasien tengah dirawat pun menjadi sasaran penjahat
dengan modus hipnotis. Uang dan perhiasan korban
berhasil dibawa kabur seorang wanita yang
menghipnotisnya.
Suhariyanto alias
Toto, pasien Rumah Sakit Elizabeth asal warga Asem
Bagus Situbondo ini menjadi korban kejahatan
hipnotis yang dilakukan seorang perempuan tak
dikenalinya. Pelaku berhasil membuat korban tak
berdaya setelah diajak bicara dan diberi air untuk
penyembuhan penyakit.
Namun begitu
korban tak sadar uang dan perhiasan bernilai jutaan
rupiah milik korban dibawa kabur perempuan itu. Dewi
Astuti istri korban mengatakan, pelaku datang dengan
berpura - pura bertanya - tanya soal penyakit hingga
membuat suaminya tidak sadar.
Aparat Polsek
Situbondo yang menangani kasus hipnotis ini kini
tengah memintai keterangan sejumlah saksi kasus
kejahatan yang menimpa pasien di rumah sakit
tersebut. Kini masih ditangani intensif aparat
kepolisian Polres Situbondo. (Tim Liputan/Dv).
|
ANALISA KASUS:
Kami yakin anda
tidak membutuhkan banyak penjelasan mengenai
kasus-kasus yang sudah jelas merupakan kasus
pembiusan dengan obat tidur atau ramuan tertentu,
tapi masih saja diberitakan sebagai kasus hipnotis.
Sekarang, anda sudah bisa membedakan apa itu
hipnotis dan apa itu pembiusan, bukan?
* * * * * * * * * * *
* * * * *
Kalau
kejahatan-kejahatan yang diberitakan tersebut
bukanlah hypnosis, mengapa banyak orang yang mengatakan itu
adalah praktek kejahatan hipnotis? - Nah, itulah
yang ingin kami kritisi. Uraian di bawah ini akan
membantu anda memahami apa yang sesungguhnya
terjadi.
Mengapa korban melaporkan
dirinya telah dihipnotis, padahal kenyataannya dia ditipu?
Tidak ada satupun manusia
normal yang mau dikatakan bodoh. Begitu juga para korban
penipuan. Mereka memilih mengakui bahwa dirinya telah
menjadi korban hipnotis daripada
mengakui sebagai korban penipuan. Karena jika mengaku
dirinya telah ditipu, secara tidak langsung dia menunjukkan
kelemahannya atau kebodohannya kepada orang lain.
Dalam banyak kasus yang
kami amati, pengakuan korban bahwa dirinya dihipnotis adalah
bentuk penghindaran karena tidak mau dikatakan bodoh oleh
orang lain (polisi, wartawan, keluarga atau masyarakat yang lebih luas).
Dan dalam beberapa kasus lainnya, korban merasa benar-benar
dihipnotis karena korban tidak menyadari kebodohannya.
Misalnya yang sering
terjadi, yaitu kasus penipuan dengan modus menjual jam
bermerek atau emas batangan dengan harga murah dan kasus
penukaran uang dolar palsu yang katanya nilanya puluhan juta
tapi boleh ditukar hanya dengan beberapa juta saja. Bagi
korban yang tertipu menukarkan uangnya dengan uang palsu
atau membeli barang palsu, akan sangat memalukan jika korban
mengakui dirinya telah tertipu karena tidak bisa membedakan
uang dan emas yang asli
atau palsu. Akhirnya, agar tidak dianggap "kurang cerdas"
oleh orang lain, dia
mengaku telah dihipnotis atau dipengaruhi pikirannya. Dengan
mengkambinghitamkan "hipnotis", dia berharap kebodohannya
bisa tertutupi.
Memang benar, sebuah
kejahatan apapun bentuknya adalah kesalahan. Kita dibenarkan
untuk menyalahkan pelaku penipuan atas hilangnya harta benda
kita. Namun kita juga harus berani mengakui, bahwa penipuan
itu terjadi juga karena kita sendiri kurang waspada, tidak
mengerti, atau terlalu serakah menginginkan harta yang besar
dalam waktu cepat dan mudah. Keserakahan selalu membuat
orang tidak rasional. Dan cara termudah untuk membujuk orang
serakah adalah dengan menjanjikannya keuntungan yang sangat
besar.
Mengapa wartawan atau
penulis berita masih mengatakan penipuan dan perampasan itu
sebagai "kejahatan hipnotis" padahal mereka adalah kalangan
terpelajar yang seharusnya selalu mengungkap fakta?
Penulis berita
menggunakan istilah hipnotis secara kurang tepat mungkin
karena beberapa sebab, diantaranya:
-
Tidak tahu hipnotis
yang sebenarnya.
-
Menulis saja apa kata
korban atau mengikuti penyataan korban yang mengaku
bahwa dirinya menjadi korban hipnotis.
-
Sebagian penulis
berita mungkin sudah bisa membedakan hipnotis dengan
penipuan dan perampasan, tapi dia menggunakan istilah "hipnotis"
dalam judul beritanya agar terdengar dan terlihat lebih
menarik. Coba bandingkan, dua judul ini: Wanita Cantik
Tertipu 200 Juta, bandingkan dengan Wanita Cantik
Menjadi Korban Hipnotis, 200 Juta Melayang. Lebih
menarik yang ada kata hipnotisnya kan?
Betapa indahnya apabila
rekan-rekan penulis berita bisa memahami apa itu hipnotis
yang sebenarnya agar dapat menggunakan kata "hipnotis" pada
tempatnya. Di website ini, kami menulis
beberapa artikel
yang khusus ditujukan untuk memperkenalkan hipnotis yang
sebenarnya kepada masyarakat. Mari kita beri masyarakat
kita informasi yang bermutu, membangun dan benar.
Pemahaman terhadap
hipnotis secara benar sangat penting agar masyarakat kita
bisa menerima hypnosis dan mendapatkan manfaat yang
sangat-sangat besar dari aplikasi hypnosis dalam berbagai
bidang kehidupan manusia.
Mengapa masyarakat
mengasosiasikan hipnotis dengan kejahatan?
Persepsi masyarakat
dipengaruhi oleh informasi yang diterimanya. Masyarakat awam
umumnya mempercayai berita dari koran, televisi dan
internet. Apalagi media yang mengeluarkan berita itu adalah
media masa yang terpercaya dan terkenal. Masyarakat awam
kemudian ikut-ikutan menganggap bahwa hipnotis adalah
kejahatan atau ilmu hitam seperti apa kata berita, tanpa
menelusuri kebenarannya.
Jadi seolah-olah ada
lingkaran setan antara Korban Penipuan, Pemberitaan, dan
Persepsi Masyarakat, sehingga terciptalah kesan menakutkan
jika kita mendengar kata "hipnotis".
Kami berharap kepada semua pihak yang punya kemampuan untuk menyebarkan informasi untuk
memberikan informasi ini kepada sebanyak mungkin khalayak.
Agar masyarakat kita memahami hypnosis, lebih pintar, tidak
takut dihipnotis, dan bisa mengambil
manfaat hypnosis yang sangat
banyak. Semoga apa yang sudah anda baca membawa wawasan baru
bagi diri dan lingkungan anda. Terimakasih telah membaca. |