|
Bagi perokok, berhenti
merokok itu mudah. Setelah menghisap 1 batang rokok, Anda
bisa berhenti merokok untuk beberapa jam, dan kemudian
merokok lagi. Berhenti merokok itu gampang. Yang susah adalah
"merdeka dari jeratan rokok",
artinya Anda berhenti merokok untuk selamanya dan tidak
ingin merokok lagi.
Cara yang paling cepat
untuk merdeka dari jeratan rokok adalah hypnotherapy atau
terapi dengan hypnosis. Anda bisa baca berbagai riset ilmiah mengenai manfaat
hypnosis untuk membantu orang-orang yang ingin berhenti merokok.
Riset # 1 -
Stop
Smoking Research.pdf
Riset # 2 -
Smoking Cessation and Hypnosis.pdf
|
Ingin berhenti, tapi merasa tidak mampu lepas dari
rokok?
Dihipnotis saja...!
Atau mau tetap
merokok sampai mati?
 |
Kami (Indonesian Hypnosis Association) tidak
mau ikut berceramah tentang bahaya dan kerugian
merokok. Anda sudah tahu bahaya rokok. Berita tentang racun rokok yang merugikan
sudah sering Anda dengar. Berita itu juga sudah terbukti tidak berhasil
menakut-nakuti para perokok untuk segera berhenti merokok. Anda pun tahu bahwa
rokok telah menguras kantong, terutama kalau penghasilan pas-pasan.
Rokok juga tidak menyebabkan efek kecanduan yang
fatal. Artinya tubuh seorang perokok tidak akan mengalami kerusakan apabila
dalam waktu yang lama dia tidak menghisap rokok. Ketagihan rokok
masih bisa ditunda. Maksudnya, walau mulut terasa kering dan asam, kepala pusing, tidak
tenang, ingin menghisap sesuatu, atau gejala ketagihan lainnya muncul, seorang perokok
sebenarnya masih bisa menunda
keinginan merokoknya. Berbeda dengan pecandu narkoba, dimana kebutuhan tubuh akan narkoba
tidak bisa ditunda. Hal ini dikarenakan zat kimia dalam narkoba memang
memiliki efek kecanduan yang tinggi.
Kami telah bertemu banyak
perokok. Baik yang ingin sampai mati tetap jadi perokok atau yang tidak ingin
diperbudak terus oleh rokok. Mereka punya alasan
berbeda-beda ketika kami tanya "Mengapa Anda Merokok?". Namun bagi
kami, hanya ada dua penyebab utama yang membuat seseorang menjadi
perokok. Pertama karena sukses belajar merokok, dan kedua karena pelampiasan
emosional. Seorang perokok pasti mengalami salah satu atau kedua hal tersebut.
Perokok,
Orang yang SUKSES belajar merokok
Anda memang
diberi kemampuan menghisap apapun sejak lahir oleh Tuhan. Seorang bayi yang baru
lahir pun langsung tahu cara menghisap susu dari puting ibunya tanpa diajari
oleh siapapun. Namun kemampuan menghisap itu bukan untuk menghisap rokok. Bayi
akan mati jika dia menghisap asap rokok.
Anda
lahir di dunia tidak dilengkapi keahlian dan kemampuan menghisap rokok. Jika
sekarang Anda perokok, itu karena Anda sukses dalam mempelajari kebiasaan
merokok. Kami ucapkan selamat atas keberhasilan Anda..!
Apakah Anda bisa ingat? Ketika
Anda pertama kali
menghisap rokok, asap rokok bukanlah kenikmatan. Namun karena Anda merasa harus
bisa merokok, Anda terus belajar membiasakan diri dengan rasa asap rokok yang
pahit.
Apa yang memotivasi Anda untuk terbiasa merokok, padahal Anda tahu rokok
tidak enak dan merugikan kesehatan? Diakui ataupun tidak, banyak orang menjadi
perokok karena pada masa remaja mereka percaya
bahwa merokok adalah tanda kejantanan, keberanian,
kedewasaan atau identitas lelaki sejati.
Lingkungan kita menanamkan program
pikiran ini. Anda tidak mau dikatakan banci oleh teman-teman apabila Anda tidak
berani merokok. Perusahan rokok (dengan sengaja atau tidak) juga telah
menanamkan persepsi bahwa "rokok itu jantan" melaui berbagai iklan rokok yang dibuat
sangat bagus. Sifat remaja yang tidak mau diremehkan dan ingin dihargai adalah faktor pendorong
utama mengapa seseorang belajar merokok.
Kebiasaan merokok ini semakin
kuat, karena pikiran bawah sadar secara otomatis menghubungkan berbagai aspek kehidupan Anda dengan
aktivitas merokok. Anda sudah terbiasa merokok setelah makan, sambil minum kopi,
sambil bekerja, sambil nonton televisi, sambil ngobrol, sampai urusan pribadi di
toilet pun rasanya tidak lengkap tanpa rokok. Sampai tahap ini, rokok sudah
menjadi bagian dari hidup Anda.
Lingkungan juga memperkuat kebiasaan merokok Anda. Negara tidak melarang
rokok, agama tidak mengharamkan, dan Anda melihat banyak sekali perokok di
sekitar Anda yang juga melakukan hal serupa dengan Anda. Semua itu mendukung
anda untuk terus merokok dan seolah-olah mendapat pembenaran
bahwa merokok itu wajar.
Dengan penguatan
lingkungan itu, maka anda merasa bahwa merokok adalah bagian dari kehidupan anda
yang wajar. Bahkan
kebanyakan pria merasa bahwa merokok adalah keharusan,
karena jika tidak merokok dia bukan pria.
Menjadi perokok adalah
hasil dari belajar membiasakan diri dengan rokok. Dan
seseorang mau membiasakan diri dengan rokok karena dia
terprogram oleh lingkungan yang menganggap perokok sebagai "orang
hebat". Setelah tumbuh dewasa dengan kebiasaan merokok,
perokok umumnya menyadari bahwa rokok sudah memperbudaknya
selama ini.
Namun kebanyakan dari mereka merasa sudah terlambat untuk
berhenti merokok. Mereka merasa tidak mungkin bisa berhenti
merokok.
Ada benarnya apabila
seorang perokok mengatakan sudah terlambat dan tidak mungkin
dirinya bisa berhenti merokok. Ketika menulis bagian ini,
kami teringat Ivan Pavlov (1849-1936), Psikolog
Rusia yang terkenal dengan eksperimen perilaku reflek. Hasil eksperimennya
membuktikan bahwa dibutuhkan waktu 20 kali lebih lama untuk
menghilangkan suatu kebiasaan dibanding waktu untuk
mempelajari kebiasaan baru. Jadi kalau
anda sudah merokok selama 10 tahun, bisa jadi Anda butuh waktu 200 tahun
untuk belajar membiasakan hidup tanpa rokok.
Kabar baiknya, teknologi
pikiran sudah berkembang pesat sekarang. Dengan hypnotherapy,
ternyata pecandu rokok bisa berhenti seketika. Tidak
peduli seberapa lama Anda sudah terbiasa merokok, asalkan
Anda punya keinginan dari dalam diri sendiri untuk berhenti
merokok. Dengan hypnotherapy, tubuh dan pikiran Anda tidak lagi membutuhkan rokok, sehingga Anda tidak
perlu berjuang melawan rasa kecanduan. Dengan hypnotherapy, apa yang dikatakan Pavlov tidak berlaku.
Ternyata
kita bisa menanamkan kebiasaan baru atau menghapus kebiasaan
lama dalam waktu sangat singkat, asalkan kita bisa
menjangkau sumbernya, yaitu pikiran bawah sadar.
Merokok,
Pelampiasan Masalah Emosi
Manusia punya kecendrungan untuk mencurahkan / melampiaskan emosi negatifnya
kepada seseorang atau sesuatu yang dianggap bisa menenangkan dirinya. kami menjumpai beberapa orang
yang dulunya bukan perokok (atau hanya perokok iseng) kemudian menjadi perokok
berat setelah ditimpa suatu masalah. Perokok
menghabiskan rokok lebih banyak ketika sedang stress. Pelampiasan ini juga
terjadi kepada pencandu narkoba dan alkoholis.
Bagaimana kami bisa
sangat yakin bahwa masalah emosi bisa memicu seseorang
menjadi perokok? Itu semua karena kami dan banyak
hypnotherapist lain telah berkali-kali
membuktikannya. Kami sering melakukan age regression
kepada klien perokok untuk kembali kepada pertama kali dia
merokok. Namun jumlah perokok yang dipicu emosi
negatif tidak sebabnyak perokok karena murni hasil belajar
merokok di masa remaja.
Selain alasan ingin
mendapatkan ketenangan dari rokok, beberapa klien dalam
kondisi hypnosis ada yang mengatakan bahwa dia mulai merokok,
mencoba narkoba, dan meminum minuman keras karena ingin
merusak diri sendiri, sebagai aksi protes terhadap
orang tua yang menurutnya selalu mengatur, tidak
menyayanginya atau akibat perceraian orang tua.
Apa rokok bisa
meningkatkan kreativitas?
Banyak perokok mengaku lebih santai, tenang,
penuh inspirasi, dan meningkat kreativitasnya ketika merokok. Rokok diyakini bisa
menghilangkan stress. Apakah ini manfaat nyata dari
rokok atau efek sugesti? Semua orang boleh punya pendapat yang berbeda. Namun
telah dibuktikan secara ilmiah bahwa kadar zat penenang dalam rokok sangat sangat sangat kecil
efeknya. Secara kimiawi, potensi rokok untuk "menenangkan saraf" sangatlah
kecil.
Para ahli dalam
bidang pikiran sependapat bahwa rasa nyaman karena merokok
disebabkan oleh sugesti saja. Hukum pikiran mengatakan "Apa yang diharapkan
akan terjadi cendrung menjadi kenyataan". Jadi menurut hukum pikiran ini, apabila seorang perokok merasakan santai ketika
merokok, sebenarnya itu adalah hasil dari harapan dan keyakinan bahwa rokok bisa
membuat tenang.
Karena perokok percaya rokok bisa membuat pikiran tenang,
maka dia menjadi tenang setelah merokok. Dalam dunia medis,
keadaan ini disebut efek placebo.
Mengapa wanita merokok?
Dalam hal merokok wanita punya alasan yang
sedikit berbeda dengan laki-laki.
Berikut ini adalah
beberapa alasan wanita merokok:
-
Persamaan
derajat. Kalau pria boleh
merokok, mengapa wanita
tidak?
-
Tidak mau diremehkan oleh
pria. Ingin membuktikan
bahwa dia juga berhak dan
bisa melakukan apa yang
dilakukan pria.
-
Ingin terlihat lebih seksi.
Merasa lebih seksi ketika
merokok.
-
Ingin tampil beda
agar lebih
terkenal diantara wanita
pada umumnya.
-
Terpengaruh lingkungan.
-
Pelampiasan masalah
emosional / mengobati
stress.
Diakui ataupun tidak, budaya
masyarakat kita memang kurang
adil menyikapi wanita yang
merokok. Pria merokok itu wajar,
tapi kalau wanita merokok
tandanya "nakal". Namun apapun
alasannya, kebiasaan merokok
tidak baik untuk pria maupun
wanita. Berapapun usia anda,
belumlah terlambat kalau anda benar-benar ingin terbebas
dari rokok.
Mengapa anda sulit
berhenti merokok?
Merokok adalah kebiasaan
tidak logis dan merugikan. Akal sehat Anda mengakui
rokok tak berguna, merugikan secara ekonomi dan berbahaya untuk kesehatan.
Namun mengapa sampai sekarang Anda belum merdeka dari jeratan rokok?
Sebelum kami jelaskan
mengapa, kami terangkan bahwa pikiran kita terdiri dari
pikiran sadar dan bawah sadar [ selengkapnya baca di sini ].
Salah satu fungsi pikiran bawah sadar adalah merekam
kegiatan yang diulang-ulang untuk disimpan menjadi kebiasaan
yang berjalan secara otomatis tanpa perlu anda pikirkan.
Mengapa banyak orang
ingin berhenti merokok tapi sulit? Itu karena pikiran bawah
sadar lebih dominan pengaruhnya dibanding pikiran sadar.
Hukum pikiran mengatakan bahwa apabila terjadi konflik antara pikiran sadar dan pikiran
bawah sadar, maka yang selalu menang adalah pikiran bawah sadar.
Maka dari itu, seorang
perokok tidak bisa berhenti merokok seketika setelah
menyadari bahwa merokok itu tidak berguna dan berbahaya. Sangat sulit juga
memaksa diri anda sendiri untuk berhenti merokok, karena
anda akan mengalami pertentangan dalam diri anda sendiri.
Kebiasaan merokok merupakan "program pikiran" yang akan
selalu mendorong anda untuk melakukan perbuatan yang sama,
yaitu merokok lagi dan lagi. Kami yakin anda sudah pernah
mencoba
anda untuk berhenti merokok, tapi ternyata apa hasilnya?
Banyak orang menyerah dan terus merokok sampai hari
ini.
Merokok adalah pekerjaan
yang sederhana, semua orang bisa melakukannya.Tapi untuk
merdeka dari jeratan rokok, tidak semua orang bisa
melakukannya dengan mudah.
Tampaknya kita perlu
suatu metode.
Metode yang bisa
menjangkau pikiran bawah sadar. Lebih tepatnya metode untuk
berkomunikasi dengan pikiran bawah sadar. Dengan demikian
kita bisa melenyapkan program pikiran kebiasaan merokok
dengan cepat dan mudah.
Metode itu adalah hypnotherapy.
Hypnotherapy merupakan teknologi pikiran yang paling cepat
dan efektif untuk membebaskan anda dari penjajahan rokok.
Beberapa klien perokok yang
datang kepada kami, umumnya sudah pernah mencoba berbagai cara untuk berhenti
merokok. Mulai dari mengganti rokok dengan permen nikotin atau permen mint,
minum obat tertentu, akupungtur, meditasi dan cara-cara lainnya. Kami tidak
mengatakan cara-cara tersebut selalu gagal, tapi mungkin butuh waktu lama
dibanding hypnotherapy.
Anda tidak perlu takut kehilangan
inspirasi, kreativitas, dan rasa tenang yang menurut keyakinan Anda hanya bisa
capai dengan menghisap rokok, karena tanpa rokok pun Anda bisa mendapatkan semua
itu dengan sangat mudah. Setelah hypnotherapy, ketenangan
anda tidak tergantung pada adanya rokok. Jika anda merasa
cemas karena sesuatu hal, anda tidak membutuhkan rokok untuk
menenangkan diri. Segelas air putih akan membuat anda sangat
tenang.
Berapa lama waktu yang
dibutuhkan untuk total berhenti merokok?
Bervariasi,
tergantung tingkat kecanduan dan seberapa besar keinginan
anda untuk berhenti merokok.
Rata-rata hanya dibutuhkan 2 kali
sesi hypnotherapy. Setelah terapi pertama biasanya klien
sudah tidak ada hasrat untuk merokok dan tidak bisa merasakan enaknya rokok lagi.
Pada terapi yang kedua hanya tinggal
membereskan hambatan-hambatan kecil yang kadang tersisa.
Satu hal
yang harus Anda ingat. Seseorang tidak akan mengubah apapun dalam dirinya, baik
dengan atau tanpa bantuan orang lain, kecuali ada keinginan dan kesiapan dari dirinya
sendiri untuk berubah. Meskipun hypnosis berhasil dilakukan, kami tetap tidak
bisa memaksa anda untuk meninggalkan rokok apabila anda belum berniat untuk
berhenti total.
Apakah hasilnya permanen?
Setelah Anda menjalani
hypnotherapy, pikiran anda sudah tidak butuh rokok lagi, dan Anda tidak bisa
merasakan nikmatnya rokok lagi. Rasa asap rokok yang Anda hisap adalah rasa asap
tembakau yang sesungguhnya. Seperti waktu pertama kali anda mencoba rokok. Hasil
hypnotherapy akan bertahan lama jika anda tidak memulai belajar merokok lagi.
Beberapa klien kami yang
sudah tidak kecanduan rokok dan tidak bisa merasakan
nikmatnya rokok, mengaku kadang masih iseng merokok ketika
berkumpul bersama teman-teman yang perokok. Alasannya untuk
menjaga perasaan / menghormati teman. Hal ini boleh-boleh
saja anda lakukan. Merokok atau tidak adalah hak anda. Namu
kalau Anda serius ingin berhenti merokok, maka Anda harus
berani menolak. Kabarkan kepada teman-teman bahwa Anda sudah
tidak merokok. Dengan cara ini, Anda tidak akan terjebak
untuk belajar merokok lagi.
Sepanjang pengalaman kami
dalam membantu klien untuk berhenti merokok, pernah ada klien
yang kembali lagi merokok setelah 2 bulan berhenti merokok.
Setelah kami selidiki, ternyata disebabkan klien sebenarnya
tidak ingin berhenti merokok. Dia datang kepada kami karena "dipakasa" istrinya yang rewel setiap kali dia merokok.
Banyak alasan untuk
berhenti merokok. Namun sebaik-baiknya alasan untuk berhenti
merokok adalah karena Anda sendiri ingin berhenti merokok,
bukan atas pengaruh orang lain. Merdeka dari jeratan rokok berawal
dari keputusan Anda sendiri sebagai manusia merdeka. Dan
dengan hypnotherapy, Anda bisa memegang kendali atas diri
Anda sendiri. Anda akan buktikan pada diri sendiri maupun
orang lain, bahwa Anda adalah orang yang merdeka dari rokok.
|